Sabtu, 13 Agustus 2016

soal akuntansi

SOAL ULANGAN TENGAH   SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
Mata Pelajaran             :  PENGANTAR KEUANGAN DAN AKUNTANSI
Hari / Tanggal              :  Maret 2016
Tingkat / Semester       :  X/2  (Genap)                                     Alokasi Waktu             :  60 menit
Program Keahlian        :  Perbankan Syariah                            Pengajar                       :  Rusmadi,Drs

Petunjuk Umum

1.      Isikan identitas anda ke dalam Lembar Jawaban yang tersedia.
2.      Periksa dan bacalah soal-soal sebelum anda menjawabnya.
3.      Laporkan kepada pengawas UTS apabila terdapat lembar soal yang kurang jelas, rusak atau tidak lengkap.
4.      Dilarang bekerjasama, menggunakan alat bantu, dan bentuk pelanggaran lainnya dalam menjawab soal.
5.      Manfaatkan alokasi waktu yang tersedia untuk mengerjakan soal tersebut
6.      Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas UTS.
7.      Bekerjalah dengan jujur, ingat Alloh akan selalu mengetahui apa yang kita kerjakan

Soal I
PD Mentari Jaya adalah bidang usaha yang dimiliki oleh Nn. SILPI NURAPIAH yang bergerak   dibidang penjualan barang dagang.  Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan September 2015 adalah sebagai berikut :
01 September
Menyetorkan uang tunai sebesar Rp 3.500.000, barang dagang senilai Rp 4.250.000, perlengkapan senilai Rp 550.000 dan peralatan senilai Rp 2.500.000, sebagai setoran modal awal.
02 September
Menjual barang dagang secara tunai sebesar Rp 1.525.000
03 September
Menjual barang dagang secara kredit kepada Toko SIVA PEBRIANTI sebesar Rp.1.750.000. Syarat 1/10,n/30. Biaya angkut Rp 75.000
04 September
Diterima kembali barang yang telah dijual kepada Toko SIVA PEBRIANTI senilai Rp 250.000 karena rusak.
05 September
Menjual barang dagang secara tunai sebesar Rp 1.500.000
06 September
Menjual barang dagang sebesar Rp 2.250.000 secara kredit kepada Toko Anti Syarat 2/10,n/30
07 September
Menerima pelunasan piutang dari Toko SIVA PEBRIANTI
08 September
Membeli barang dagang dari Toko SITI LINDA sebesar Rp 2.250.00 dengan rincian Rp 750.000 dibayar tunai dan sisanya kredit. Syarat 2/10 -n/30.
09 September
Dikembalikan barang yang dibeli dari Toko SITI LINDA karena rusak seharga Rp 100.000,-
10 September
Dilunasi atas pembelian barang dagangan tanggal 08 September 2015

Anda sebagai tenaga pembukuan diminta untuk :mencatat transaksi tersebut kedalam jurnal umum!








Jumat, 13 Maret 2015

Soal Ujian Sekolah KKPI SMK Auto Matsuda Kuningan

Pemberitahuan :
Bagi siswa SMK Auto Matsuda Kuningan Kelas XII yang belum mengkuti Ujian Sekolah KKPI bisa mengerjakan soal ujian  secara online mulai hari Selasa tanggal 17 Maret 2015. Soal dapat di download disini mulai hari selasa.
Ketentuan cara mengerjakan ada dalam soal.
terimakasih

Senin, 19 Januari 2015

Kisi-kisi Teori Kejuruan SMK 2015

Program Keahlian :
Teknik Komputer dan Jaringan
Teknik Kendaraan Ringan
Teknik Sepeda Motor
Multimedia

Rabu, 03 Desember 2014

Aplikasi nilai kurikulum 2013

Aplikasi nilai kurikulum 2013 SMK Auto Matsuda Kuningan Klik Disini

APLIKASI RAPOR KURIKULUM 2013

Aplikasi nilai kurikulum 2013 SMK auto Matsuda Kuningan Klik disini

ANTRIAN


MEMAKSAKAN SEMUA ANAK USIA DINI HARUS BISA BACA TULIS HITUNG ? SEBERAPA PENTINGKAH ?
Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.
Inilah jawabanya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.